ciri ciri guru mursyid
Syaratuntuk menajdi pendidik yang mursyid ialah seorang guru harus alim dari segenap disiplin ilmu, menyimpan atau menutup keaiban pelajar-pelajarnya dan pengajaran terkesan di dalam hati pelajar. Dari ciri-ciri seorang pendidik unggul seperti di atas perlulah diamalkan secara terus menerus dan dengan penuh iltizam.
Artinya bila ada seorang mursyid (guru tarekat) yang mengajarkan kepada muridnya bahwa sudah tidak perlu lagi mengerjakan shalat, haji, puasa, dan zakat. Maka, hal itu bertentangan dengan syariat. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sebagai seorang manusia pilihan dan dijamin oleh Allah SWT akan surga, beliau masih mengerjakan shalat, puasa
60| Ciri-Ciri GPI Profesional Berasaskan Riadhah Ruhiyyah menerusi penyediaan kemudahan penyelidikan dan penerbitan dengan mengambilkira beban tugas guru dari aspek pentadbiran, pengurusan dan juga aspek pengajaran dan pembelajaran itu sendiri (Ab. Halim Tamuri et al., 2012). Semua aspek ini perlu dititikberatkan oleh GPI kerana ia adalah
KetiganyaMursyid yang bermaksud guru yang menyampaikan ilmu dan menunjukkan jalan yang benar. Akhirnya, martabat guru yang keempat, Murabbi yang bermaksud guru yang mendidik, memelihara, mengasuh, mentarbiyyah anak didiknya menjadi manusia yang berilmu, bertaqwa dan beramal soleh. Sebagai seorang guru yang realistik keempat-empat ciri di
Makanyapenjelasan dalam blog ini,ada kata2 harus dalam bimbimngan sang guru torekat sebenernya sm aja artinya mursyid ( guru pembimbing),sebab untuk mencapai tingkatan ini perlu mursyid, 22 Agustus 2018 22.36 Unknown mengatakan Tasawuf sebenarnya berasal dari kata tawakal . 28 Agustus 2018 13.16
Visiter Un Site De Rencontre Sans S Inscrire. Bagi sebagian dari kita yang berada dalam lingkungan agamis, berada pada lingkungan dekat dengan para kyai, ulama, bahkan yang berada di lingkungan Pondok Pesantren, akan mudah mendapatkan bimbingan-bimbingan spiritual. Mudah untuk menemukan para ulama dan guru mursyid. Tapi bagi sebagian besar yang lain, yang jauh dari lingkungan agamis serasa sulit untuk bertemu langsung dengan pembimbing spiritual yang sejati. Seringkali hanya bisa mendapatkan bimbingan spiritual dari media-media sosial. Yang dari media tersebut tidak jarang dengan mudahnya kita mendapatkan amalan-amalan bahkan ijazah-ijazah tertentu. Walaupun ini baik dan boleh-boleh saja, tetapi pertemuan antara kyai atau guru mursyid sebagai pemberi ilmu dengan murid itu sangatlah penting. Dengan begitu murid bisa bertanya dan menyampaikan permasalahannya langsung. Juga bagi guru mursyid, pertemuan ini bisa dimaksudkan untuk mengetahui kondisi dan kemampuan ruhani muridnya secara langsung, sehingga guru mursyid dapat dengan tepat memberikan nasihat dan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing muridnya. Selain itu, manfaat dari bertemu guru mursyid dan ulama secara langsung disabdakan oleh Rasulullah, “Barang siapa mengunjungi orang alim, maka seolah olah ia mengunjungiku. Barang siapa berjabat tangan dengan orang alim, maka seolah olah ia berjabat tangan denganku. Barang siapa duduk berdampingan dengan orang alim, maka seolah olah ia duduk berdampingan denganku di dunia. Barang siapa duduk berdampingan denganku di dunia, maka ia akan duduk berdampingan denganku di akhirat.” Kitab Lubabul Hadist karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi Setelah memahami penting dan manfaat dari mendapatkan bimbingan secara langsung dari guru mursyid, hendaknya kita juga mengetahui ciri-ciri dari guru mursyid yang sejati. Supaya kita tidak terjebak untuk belajar pada orang-orang yang ternyata berilmu sempit dan pendek. Bukan membimbing kepada Ke-Tauhid-an, tapi malah menjerumuskan pada ilmu-ilmu atau amalan-amalan yang tanpa kita sadari pada hakikatnya malah menjauhkan kita dari Allah SWT. Bahkan tidak sedikit pula justru membawa muridnya menuju keputusasaan dan mengarahkan muridnya menjadi sosok yang intoleran, bahkan sampai pada taraf radikal. Hanya menjadikan muridnya sebagai pembuat keonaran dengan topeng agama. Supaya tidak salah dalam memilih guru mursyid, ada beberapa ciri yang bisa kita kenali secara jasmaniah maupun ruhaniah. Secara umum dan mendasar, guru mursyid memiliki perilaku sebagai berikut 1 Taqwa lahir dan batin kepada Allah SWT, yang secara kasat mata terlihat dari sikapnya yang wara’ dan istiqamah. Dimana wara’ secara sederhana berarti meninggalkan perkara haram dan syubhat perkara samar dalam kehidupannya sehari-hari dan terus menerus, di mana pun dan kapan pun, dan dalam kondisi apapun istiqamah. 2 Ittiba’ mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW dalam setiap ucapan maupun tindakannya. Terwujud dalam perilaku dan budi pekerti yang baik dalam kehidupannya sehari-hari. Ittiba’ sendiri dipahami sebagai upaya dalam mengikuti segala yang dibenarkan dan diperintahkan oleh Rasulullah, serta menjauhi dan meninggalkan segala yang dilarang Allah SWT dan Rasul-Nya. 3 Terpalingkannya seluruh panca indera dan qalbunya dari hiruk pikuk dunia dan juga pada makhluk. Pada hakikatnya dunia dan seisinya adalah makhluk ciptaan Allah SWT, sehingga tidak diperlukan lagi ketergantungan pada mereka. Berpalingnya guru mursyid dari makhluk, tergambar dari kesabarannya dalam menerima segala kehendak Allah SWT, serta sikap tawakal atau bergantung sepenuhnya pada kuasa Allah SWT dalam kehidupannya sehari-hari. 4 Rida atas segala ketentuan-ketentuan Allah SWT padanya. Menerima atas segala yang terjadi dan diterima dalam kehidupannya. Karena menyadari bahwa segala yang terjadi dan diterimanya adalah anugerah dari Allah SWT semata. Tercermin dalam sikap qana’ah berpuas diri atas semua kehendak Allah SWT yang telah diterimanya dan kepasrahan total pada keputusan Allah SWT terkait apa yang akan diterimanya dikemudian hari. 5 Mensyukuri semua kejadian yang diterimanya, senang maupun susah, baik dan buruk, berkecukupan maupun fakir adalah semata hanya dari Allah SWT. Semuanya diterima dengan bahagia dan kerelaan hati, sehingga hanya ada puji dan syukur pada Kebesaran-Nya lah yang ada dalam hatinya. Adapun beberapa ciri-ciri khusus yang dapat kita temukan dalam diri seorang Guru Mursyid, di antaranya 1 Sederhana, cenderung tidak mudah dikenali dan tersembunyi dari khalayak ramai. Biasanya guru mursyid berada di kampung-kampung dan masjid maupun langgar yang kecil saja. Dengan penampilan fisik yang jauh dari kesan ulama yang sering kita temui di media pada umumnya. Memiliki santri dengan jumlah sedikit maupun banyak. Bahkan banyak di antaranya yang sama sekali tidak dikenali sebagai ulama maupun guru mursyid. Karena bisa jadi Allah menyembunyikan keberadaannya. 2 Cenderung pasif dan tidak memaksakan pendapat saat berbicara. Menghargai siapapun lawan bicara, apakah itu murid santrinya sendiri maupun orang lain, tidak memotong pembicaraan dan menghindari perdebatan. Tidak pula ingin menonjolkan diri, tetapi perkataannya cenderung solutif, bisa menengahi perbedaan pendapat, dan bisa memberikan jawaban sesuai kadar kemampuan spiritual lawan bicara. Semua itu dilakukan karena kesadaran dirinya bahwa semua jawaban dan penjelasan yang dia sampaikan bukanlah dari dirinya sendiri, melainkan merupakan petunjuk dari Allah SWT. 3 Menguasai ilmu hikmah. Yang dimaksud dengan ilmu hikmah adalah kemampuan seorang guru mursyid yang setara waliyullah untuk memahami Al-Qur’an maupun hadist dengan kebaikan yang melebihi batasan syariat hingga mencapai pemahaman pada wilayah makrifat dan hakikat. Sehingga mampu membaca dan menterjemahkan ayat-ayat Ilahiah yang terhampar pada seluruh alam semesta yang terkait tentang ihwal penciptaan dan kejadian yang terjadi di langit, bumi, dan segala isinya. 4 Mampu mengungkap rahasia Allah. Dalam kesehariannya, seorang guru mursyid akan sedikit sekali menggunakan dalil-dalil serta periwayatan yang rumit pada pembicaraannya. Hal ini dikarenakan seorang guru mursyid telah sampai pada kemampuan untuk membuka dan membaca rahasia-rahasia Ilahiah berupa Kalamullah Quran Qadim yang tanpa tertulis dalam kitab apapun, namun bisa dipahami maknanya dalam setiap hamparan kejadian dialam semesta ini. 5 Mengajarkan Tauhid dengan metode suluk. Tauhid yang diajarkan adalah pada esensi yang murni, yaitu mampu mengenal dan bisa mencintai Allah sepenuhnya. Di mana untuk menuju kemurnian Tauhid ini, Guru Mursyid biasanya memiliki metode berupa suluk. Secara harfiah memiliki arti menempuh jalan. Dalam ilmu tasawuf, suluk dimaknai sebagai menempuh jalan spiritual untuk menuju kepada mengenal Allah. Merupakan disiplin seumur hidup dalam melaksanakan aturan-aturan eksoteris Islam syariat, sekaligus memahami aturan-aturan esoteris hakikat nya. Pelaku suluk atau murid disebut sebagai salik . Dengan metode suluk, para salik akan dibimbing secara spiritual untuk mengenali dirinya sendiri, mampu memahami esensi keheidupan, mengenali Dzat Allah dan menemukan kebenaran sejati kebenaran Ilahiyah. Seperti yang termaktub dalam Firman Allah SWT berikut ini “Lalu tempuhlah jalan Rabb-mu yang telah dimudahkan bagimu.” QS. 1669. Suluk berisi metode-metode dan/atau amalan-amalan tertentu, berupa laku syariat jasmaniah maupun syariat batiniah yang metode, bentuk amalan syariatnya, bahkan jumlah dan waktu pelaksanaannya pun mungkin berbeda dari beberapa guru mursyid, tergantung pada metode dari sanad terdahulunya dan dari kebijaksanaan masing-masing guru mursyid dalam memahami kemampuan muridnya. 6 Sebagai Al-ulama warasatul anbiya. Rasulullah dan para nabi sebelumnya tidak mewariskan dinar maupun dirham, melainkan mewariskan ilmu pada umat pengikutnya. Karena tanggungjawab beratnya dalam membawa ilmu tersebut, sudah seharusnyalah para ulama, para kyai, maupun para guru mursyid mempunyai sanad keilmuan yang jelas dan runtut sampai pada Rasulullah. Sanad tidak bisa didapatkan dengan mudah. Harus melewati pendidikan-pendidikan dan amaliyah-amaliyah tertentu dan bimbingan-bimbingan tertentu hingga sampai pada tingkatan berhak mendapatkan pengakuan dari ulama, kyai, atau guru mursyid pendahulunya. Semua itu dimaksudkan agar ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah tetap memiliki standard yang sama hingga sekarang. Sehingga tujuan dari ulama sebagai pewaris ilmu Nabi akan tercapai sebagai mana mestinya. 7 Memiliki Karamah. Secara bahasa, kata karamah diambil dari salah satu Asmaul Husna yaitu Al-Karim Yang Maha Mulia. Sehingga bisa dimaknai dengan “Kejadian luar bisa di luar nalar dan kemampuan manusia pada umumnya yang terjadi pada diri seorang Waliyullah. Yang terjadi hanya sesekali dan tanpa diinginkannya, dan merupakan hadiah dari Ke-Maha Muliaan Allah SWT kepada para kekasih-Nya Waliyullah”. Walaupun Allah berhak untuk memberikan Kemuliaan-Nya pada siapapun, tetaplah pada batasan orang-orang yang memiliki ketakwaan, kebaikan, kesucian, dan keistqamahan yang sempurna dalam ibadah dan dalam kehidupannya sehari-hari. Karamah tidak dapat direncanakan maupun diminta datangnya, bersifat rahasia dan tersembunyi. Hanya dapat diketahui dan dirasakan oleh Waliyullah itu sendiri, serta tidak boleh diceritakan atau ditunjukkan kepada sesiapapun tanpa adanya manfaat yang sangat penting bagi kemaslahatan umat dan masyarakat. Karamah ini lazimnya Allah SWT wujudkan pada para kekasih-Nya di saat berada pada kondisi yang luar biasa sulit dan meresahkan, yang hanya bisa diselesaikan atas petunjuk atau solusi dari Kemuliaan Allah SWT semata. “Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada ketakutan terhadap mereka dan tidakpula bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira didalam kehidupan dunia dan akhirat.” QS. 1062-64. 8 Memiliki firasah yang tajam. Dari pendapat beberapa ulama, firasah atau firasat dapat dipahami sebagai “Pengetahuan yang berasal dari Cahaya Ilahiah tentang sesuatu yang akan terjadi melalui tanda-tanda maupun perantara kejadian, sehingga menjadi ketetapan kata hati yang lahir dari kekuatan iman yang menghujam dalam hati.” Dari pengetahuan ini, seorang mursyid terkadang mampu mengetahui siapa yang akan datang bertamu serta hajat yang diinginkannya sebelum orang tersebut hadir dan mengutarakan hajatnya. Memilik kemampuan untuk mengetahui watak serta karakter orang yang baru ditemuinya, baik dan buruknya kejadian yang akan terjadi, bahkan kemampuan untuk mengetahui apa yang tersimpan dalam hati orang lain meskipun orang tersebut berusaha menyembunyikannya. Dari Abu Said Al-Khudri, Rasulullah SAW, dalam sabdanya mengatakan, “Takutlah terhadap firasah seorang mukmin, sebab ia melihat dengan cahaya Allah, kemudian membaca ayat Inna fi dzalika li ayatin lil mutawassimin Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda.” QS. 1575. Hadist Riwayat At-Tirmidzi. 9 Tidak bergantung pada siapapun. Perilaku kemandirian ini karena guru mursyid memiliki keyakinan yang kuat bahwa kehidupan serta rejekinya telah dijamin oleh Allah SWT, dan tidak ada satu mahlukpun didunia ini yang pantas untuk dijadikan tempat meminta ataupun bergantung. Dari keyakinannya tersebut, maka akan terwujudlah iffah dalam kehidupannya. Iffah dimaknai sebagai suatu kemampuan untuk menahan dorongan hawa nafsunya. Dari sifat iffah ini lahir akhak-akhlak mulia seperti sabar, qana’ah, adil, jujur, dermawan, santun dan perilaku-perilaku terpuji lainnya. Dengan demikian harga diri sebagai Mursyid akan tetap dalam keridhoan dan perlindungan dari Allah SWT.
"Mursyid kamil mukammil adalah seorang mursyid yang sudah sempurna dalam wushulnya kepada Allah dan dapat menyempurnakan muridnya untuk juga wushul kepada Allah"Mursyid kamil mukammil pastilah seorang waliyullah, tetapi sebaliknya, seorang waliyullah belum tentu seorang mursyid. Karena seoarang mursyid mampu menghunjamkan dzikir ke dalam qolbu seorang murid untuk mensucikan qolbunya dan sebagai biji iman yang siap dicangkul, dipupuk, dirawat, disirami sampai tumbuh dan berkembang yang akhirnya akan berbuah manisnya biji iman yang ditanamkan ke dalam qalbu yang telah disucikan oleh mursyid kamil mukamil dan diiringi dengan ketekunan, keistiqamahan seorang murid dalam menjalankan petunjuk mursyid, insyaAllah akan terjadi perubahan dalam diri seorang murid menuju kemerdekaan yang hakiki iaitu bebas dari segala belenggu perhambaankepada dan terhadap apa pun kecuali hanya kepada akan sentiasa mendoakan, membimbing, mengingatkan, mengarahkan, menuntun perjalanan murid menuju Allah yang sungguh sangat banyak tipu dayanya. "Ingatlah bahawa wali-wali Allah itu tidak pernah takut, juga tidak pernah susah". Sebahagian tanda dari kewalian adalah tidak adanya rasa takut sedikitpun yang terpancar dalam dirinya, tetapi juga tidak sedikitpun merasa gelisah atau Nur MuhammadPara wali ini pun memilikki cahaya Nur Muhammad sesuai dengan tahap atau maqam di mana mereka ditempatkan dalam wilayah Ilahi di sana. Panduan antara kewalian dan kemursyidan inilah yang menjadi prasyarat bagi munculnya seorang Mursyid yang Kamil dan Mukammil di kitab Al-Mafaakhirul Aliyah karya Ahmad bin Muhammad bin Ayyad ditegaskan dgn mengutip ungkapan Sulthanul Auliya Syeikh Abul Hassan Asy-Syazily rah bahawa syarat2 seorang Syeikh atau Mursyid yang layak ada lima1. Memiliki sentuhan rasa ruhani yang jelas dan Memiliki pengetahuan yang Memiliki cita himmah yang Memiliki perilaku ruhani yang Memiliki matahati yang tajam untuk menunjukkan jalan kemursyidan seseorang gugur manakala melakukan salah satu tindakan berikut1. Bodoh/tidak alim terhadap ajaran Mengabaikan kehormatan ummat Melakukan hal-hal yang tidak Mengikuti selera hawa nafsu dalam segala Berakhlak buruk tanpa peduli dengan Abu Madyan rah. menyatakan, siapa pun yang mengaku dirinya mencapai tahap ruhani dalam perilakunya di hadapan Allah muncul salah satu dari lima karakter di bawah ini, maka, orang ini adalah seorang pendusta ruhani1. Membiarkan dirinya dalam Mempermainkan taat kepada Tamak terhadap sesama Kontra terhadap Ahlullah5. Tidak menghormati sesama ummat Islam sebagaimana diperintahkan Allah Abul Hasan Asy-Syadzili mengatakan, “Siapa yang menunjukkan dirimu kepada dunia, maka ia akan menghancurkan dirimu. Siapa yang menunjukkan dirimu pada amal, ia akan memayahkan dirimu. Dan barangsiapa menunjukkan dirimu kepada Allah Swt. maka, ia pasti menjadi penasihatmu.”WASPADA DENGAN GURU MURSYID THORIQOH Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam mengatakan,“Janganlah berguru pada seseorang yang tidak membangkitkan dirimu utk menuju kepada Allah dan tidak pula menunjukkan wacananya kepadamu, jalan menuju Allah”.Seorg Mursyid yg hakiki, menurut Asy-Syadzili adalah seorg Mursyid yg tidak memberikan beban berat kepada para muridnya. Dari kalimat ini menunjukkan bahawa banyak para guru sufi yg tidak mengetahui kadar batin para muridnya, tidak pula mengetahui masa depan kalbu para muridnya, tidak pula mengetahui rahsia Ilahi di balik nurani para muridnya, sehingga guru ini, dgn mudahnya dan gegabah nya memberikan amaliyah atau tugas2 yg sangat membebani jasad dan jiwa seperti demikian, guru ini bukanlah guru yang hakiki dlm dunia sufi. Jika secara khusus, sifat para Mursyid sedemikian rupa itu, maka secara umum, mereka pun memiliki lima prinsip tarekat itu sendiri1. Taqwa kepada Allah swt zahir dan Mengikuti Sunnah Nabi Saw. baik dalam ucapan mahupun Berpaling dari makhluk ketika mereka datang dan Ridha kepada Allah, atas anugerah-Nya, baik sedikit mahupun Dan kembali kepada Allah dalam suka mahupun Taqwa, melalui sikap wara’ dan istiqamah. Perwujudan atas Ittiba’ sunnah Nabi melalui pemeliharaan dan budi pekerti yg perwujudan berpaling dari makhluk melalui kesabaran dan tawakal. Sementara perwujudan redha kpd Allah, melalui sikap qana’ah dan pasrah sepenuhnya dan perwujudan terhadap sikap kembali kpd Allah adalah dgn pujian dan rasa syukur dlm keadaan suka dan mengembalikan kpdNya ketika mendptkan keseluruhan, prinsip yg mendasari di atas adalah1 Himmah yang tinggi,2 Menjaga kehormatan,3 Bakti yang baik,4 Melaksanakan prinsip utama; dan5 Mengagungkan nikmat Allah para penempuh jalan sufi hendaknya memilih seorg Mursyid yg benar2 memenuhi ciri di atas, sehingga mampu menghantar dirinya dlm penempuhan menuju kepada Allah Swt. Rasulullah saw. adalah teladan paling Musa dan KhidirKetika hendak menuju kpd Allah dalam Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah Saw. sentiasa dibimbing oleh Malaikat Jibril as. Fungsi Jibril di sini sbg Mursyid di mata kaum sufi. Hal yang sama, ketika Nabiyullah Musa as, ternyata harus diuji melalui bimbingan ruhani seorg Nabi Khidir as. Hubungan Musa dan Khidir adalah hubungan spiritual antara Murid dan Syeikh. Dalam sebuah kitab kesufian disebut kan bahwa Guru Mursyid yang sah menjadi pewaris Nabi Muhammad saw di antaranya adalah1. Seorang yang pintaralim/ulama' dalam ilmu syariat & hakikat, karena orang yang bodoh dalam ilmu agama tidak akan mampu memberi Irsyad Petunjuk2. Tidak mencintai dunia dan pangkat3. Baik dalam mendidik Nafsunya Riyadlotun-Nafsi , seperti sedikit makan dan minum, serta berbicara dan banyak solat, sedekah serta berpuasa. 4. Mempunyai sifat dan akhlaq terpuji, spt sabar, syukur, tawakkal, yakin, pemurah, qanaah, pengasih, tawadhu, shiddiq, haya, wafa, wiqordan syukur untuk lebih jelasnya lihat kitab tersebut.Dalam kitab Tanwirul Qulub karangan Syeikh Muhammad Amin Kurdi disebutkan bahwa syarat seorang Guru Mursyid Kamil itu ada 24 syarat, yang ringkasnya adalah Sirah Guru Mursyid tersebut seperti sirah perilaku Rasulullah antaranya yang 24 itu adalah1 Harus seorang yang alim dalam segala keilmuan yang diperlukan oleh para Harus seorang yang arif terhadap kesempurnaan kalbu dan adab-adabnya, serta mengetahui segalabencana dan penyakit nafsu serta cara Seorang yang lemah lembut, pemurah kepada kaum muslimin, khususnya kepada para muridnya. Apabila melihat para muridnya belum mampu untuk melawan nafsunya dan kebiasaannya yang jelak misalnya, beliau lapang dada terhadap mereka setelah menasihatinya dan bersikap lemah lembut kepadanya sampai mereka mendapat Selalu menutupi segala yang timbul dari aib yang menimpa para Bersih dari harta para muridnya serta tidak tamak terhadap apa-apa yang ada di tangan para muridnya6 Selalu melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan Allah, sehingga segala perkataannya berbekas pada diri para Tidak banyak bergaul dengan para muridnya kecuali sekadar perlu dan selalu mengingatkan hal-hal yang baru dalam hal tarekat dan syariah sebagai upaya membersihkan jiwa dan agar beribadah kepada Allah dengan ibadah yang bersih dari berbagai kotoran hawa nafsu, senda gurau, dan dari segala yang tidak bermanfaat9 Lemah lembut dan seimbang dalam hak dirinya, sehingga kebesaran dan kehebatannya tidak mempengaruhi Selalu memberi petunjuk kepada para muridnya dalam hal-hal yang dapat memperbaiki diantara berbagai ciri-ciri Guru Mursyid Kamil yang akan mendidik kita agar sampai kepada Allah berdasarkan pengalaman dirinya yang memang beliau sudah wusul kepada Allah ira ana ingsun[ Sumber dari FB ] About roslanTv Tarekat Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِBagi para murid yang menempuh jalan ruhani sangat penting untuk mencari seorang guru yang benar-benar bisa membimbing murid. Guru itu adalah seorang wali yang mursyid. Allah sudah tetapkan dalam Al-Quranوَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُّرْشِدًا.“Barang siapa yang ingin disesatkan Allah, maka dia tidak menemukan seorang wali yang mursyid.” Al-Kahfi [18] 17.Yang dimaksud dengan wali yang mursyid di sini adalah wali yang benar-benar mematuhi ajaran Nabi ada cerita dari Syaikh Abu Yazid al-Bisthāmi ketika mendengar ada seorang ālim yang sangat zuhud. Beliau berniat untuk berguru dengan orang alim tersebut. Ketika mengikuti orang ālim itu ke masjid, ternyata dia mengeluarkan ludahnya ke arah kiblat dan langsung Syaikh Abu Yazid mengatakan kepada temannya, “Ayo kita pulang saja.” Temannya menanyakan kenapa. Kata Syaikh Abu Yazid bahwa orang ini tidak menjaga adab. Jadi, tidak berkah ilmunya. Karena dia meludah ke arah kiblat. Begitu pentingnya menjadi seorang guru yang benar. Guru yang benar itu menjaga sunnah Rasul dan menjaga syariat Rasul. Juga menjaga semua adab-adab dan akhlak-akhlak terhadap Allah dan terhadap segala tidak menjaga adab, orang itu tidak layak diikuti. Karena dia sendiri tidak menjalankan apa yang diajarkan. Tidak mematuhi apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Jadi, kalau dia sendiri tidak, bagaimana dia bisa membimbing yang lain. Bagaimana bisa dia memberi contoh yang baik pada yang lain. Sebagaimana ada peribahasa, Jika guru kencing berdiri maka murid kencing berlari. Lebih parah lagi muridnya. Sangat penting mencari guru yang guru yang benar itu adalah guru yang sedapat mungkin menjalankan perintah Allah, menjalankan Quran dan menjalankan sunnah Rasul. Setiap saat dan setiap waktu dia memperbaiki diri dan mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh Rasulullah Kalau tidak, maka dia tidak akan mendapatkan cahaya ilmu yang sebenarnya. Kalau dia tidak punya cahaya ilmu, berarti hanya dari otaknya saja. Bukan dari hati. Padahal, apa yang diajarkan oleh Nabi itu seharusnya masuk ke hati. Dan ketika masuk ke hati akan menjadi cahaya. Cahaya inilah yang akan menerangi segala kegelapan. Orang yang sudah diterangi cahaya tidak ada padanya kegelapan. Dia tidak menzalimi dirinya dan orang itu adalah kegelapan. Kalau orang yang sudah penuh cahaya tidak ada kegelapan. Berarti, dia bisa menyinari seluruh ciptaan. Dari wujudnya saja dia sudah bisa menerangi kegelapan. Orang yang memerlukan cahaya mendapatkan cahaya dari dirinya. Dia bisa menyulut jalan. Dia bisa membimbing kita ke jalan yang lurus. Inilah guru yang
CIRI from Ciri-ciri Guru Mursyid Kunci Sukses Dalam Menuntut Ilmu Menuntut ilmu adalah salah satu kewajiban bagi setiap muslim. Namun, tidak semua orang mampu mencapai kesuksesan dalam menuntut ilmu. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah guru mursyid. Guru mursyid memiliki peran penting dalam membimbing dan memotivasi muridnya. Berikut adalah ciri-ciri guru mursyid yang harus kamu ketahui 1. Berpengetahuan Luas Guru mursyid yang baik harus memiliki pengetahuan yang luas. Mereka harus mampu menguasai berbagai bidang ilmu, seperti fiqh, hadits, tafsir, dan sejarah Islam. Dengan begitu, mereka dapat memberikan pengajaran yang komprehensif dan memberikan pemahaman yang tepat dalam menuntut ilmu. 2. Memiliki Akhlak Mulia Ciri-ciri guru mursyid yang baik adalah memiliki akhlak yang mulia. Mereka harus dapat menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya. Mereka harus mengajarkan nilai-nilai Islam yang benar, seperti kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang. Dengan begitu, murid-muridnya akan terinspirasi dan menjadi lebih baik dalam menjalankan ajaran Islam. 3. Sabar dan Penuh Kasih Sayang Selain memiliki pengetahuan yang luas dan akhlak yang mulia, guru mursyid juga harus sabar dan penuh kasih sayang dalam memotivasi murid-muridnya. Mereka harus dapat memahami kebutuhan dan kemampuan murid-muridnya. Dengan cara ini, murid-muridnya akan merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk terus belajar. 4. Memiliki Metode Pengajaran Yang Efektif Guru mursyid yang baik harus memiliki metode pengajaran yang efektif. Mereka harus dapat mengajar dengan cara yang mudah dipahami oleh murid-muridnya. Selain itu, mereka harus dapat memotivasi murid-muridnya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka. 5. Berkomunikasi dengan Baik Ciri-ciri guru mursyid yang baik adalah dapat berkomunikasi dengan baik. Mereka harus dapat mendengarkan dan memahami kebutuhan murid-muridnya. Selain itu, mereka juga harus dapat memberikan masukan dan saran yang tepat dalam menuntut ilmu. 6. Bertanggung Jawab Guru mursyid yang baik harus bertanggung jawab atas murid-muridnya. Mereka harus dapat memastikan bahwa murid-muridnya benar-benar memahami materi yang diajarkan. Selain itu, mereka juga harus dapat memberikan bimbingan dan motivasi yang tepat bagi murid-muridnya. 7. Selalu Meningkatkan Diri Guru mursyid yang baik selalu berusaha untuk meningkatkan diri. Mereka harus selalu belajar dan mengembangkan kemampuan mereka dalam menuntut ilmu. Dengan begitu, mereka dapat memberikan pengajaran yang lebih baik dan membimbing murid-muridnya dengan lebih efektif. 8. Memberikan Inspirasi Ciri-ciri guru mursyid yang baik adalah dapat memberikan inspirasi bagi murid-muridnya. Mereka harus dapat mengajarkan nilai-nilai Islam yang benar dan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, murid-muridnya akan terinspirasi dan menjadi lebih baik dalam menjalankan ajaran Islam. 9. Mampu Memberikan Solusi Guru mursyid yang baik harus mampu memberikan solusi bagi murid-muridnya. Mereka harus dapat memberikan jawaban yang tepat dan memberikan masukan yang konstruktif dalam menyelesaikan masalah. Dengan begitu, murid-muridnya akan merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar. 10. Mempunyai Kepribadian Yang Menarik Ciri-ciri guru mursyid yang baik adalah mempunyai kepribadian yang menarik. Mereka harus dapat mempertahankan kepercayaan murid-muridnya dengan cara yang positif. Selain itu, mereka juga harus dapat memberikan motivasi dan dukungan yang dibutuhkan oleh murid-muridnya. Demikianlah ciri-ciri guru mursyid yang harus kamu ketahui. Dengan memiliki guru mursyid yang baik, kamu akan lebih mudah mencapai kesuksesan dalam menuntut ilmu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu.
ciri ciri guru mursyid